Malware
adalah istilah umum yang merujuk pada perangkat lunak yang berbahaya bagi
komputer anda, ujar John Villasenor, seorang profesor di the University of
California, Los Angeles. Ransomware adalah sejenis malware yang intinya mampu mengambil
alih kendali atas sebuah komputer dan mencegah penggunanya untuk mengakses data
hingga tebusan dibayar, ujarnya. Malware secara umum adalah adalah suatu program yang dirancang dengan tujuan
untuk merusak dengan menyusup ke sistem komputer. Malware mencakup
virus, worm, trojan horse, sebagian besar rootkit, spyware, adware yang tidak
jujur, serta software-software lain yang berbahaya dan tidak diinginkan oleh
pengguna PC. Malware sendiri memiliki beberapa jenis :
1. Virus Komputer
Virus komputer adalah Malware yang menginfeksi sebuah komputer
dengan bantuan pihak ketiga untuk mengaktifkan/ menjalankan dirinya – biasanya
pemilik komputer itu sendiri. Virus tidak bisa otomatis mengaktifkan dirinya
sendiri dan menginfeksi sebuah komputer tapi harus ada tindakan dari pihak
ketiga yaitu pengguna komputer. Biasanya virus dibuat seperti program lain yang
sering digunakan oleh pemilik komputer sehingga pemilik komputer itu mau
mengaktifkan virus tersebut. Beberapa program komputer yang sering ditiru oleh
virus adalah program .JPG, .doc, atau folder yang yang bila diklik akan
mengaktifkan si virus.
Untuk lebih meyakinkan pengguna komputer, seringkali pencipta
sebuah virus memalsukan virusnya dalam bentuk icon atau ekstensi gambar porno,
atau bentuk lain yang dapat menarik perhatian si pemilik komputer untuk
melakukan klik sehingga mengaktifkan virus tersebut.
2. Worm Komputer
Worm adalah Malware yang bisa mengaktifkan dirinya sendiri tanpa
adanya bantuan dari pihak ketiga. Yang artinya, jika worm sudah berhasil masuk
dalam sebuah komputer atau jaringan komputer maka worm ini akan dapat berpindah
ke komputer lain di dalam sebuah jaringan secara otomatis tanpa dapat dicegah
oleh pemilik komputer lain yang ada di dalam jaringan tersebut.
Pasti Anda bertanya, kalau worm bisa menyebarkan diri tanpa
bantuan pihak ke tiga kenapa harus repot membuat virus yang membutuhkan
tindakan pihak ketiga untuk mengaktifkannya. Worm hanya dapat menginfeksi
sebuah komputer jika dia menemukan sebuah celah keamanan (vulnerability) sebuah
software yang ada di dalam komputer tersebut, misalnya: windows office, Adobe,
atau software terkenal lainnya yang sering menjadi sasaran. Worm tidak
akan mampu menginfeksi sebuah sistem komputer bila celah keamanan
(vulnerability) di dalam jaringan komputer itu sudah ditutup/ ditambal (patch).
Yang artinya, virus akan lebih mudah menginfeksi jaringan komputer yang
ter-patch dibanding dengan worm.
3. Spyware
Spyware adalah program komputer yang dibuat untuk memata-matai
komputer korbannya. Awalnya spyware ini digunakan untuk memata-matai profil
pengguna komputer dan penggunaannya dalam menampilkan iklan yang sesuai dengan
minat pengguna komputer tersebut.
4. Trojan
Trojan adalah program yang dibuat seperti program baik dan
berguna pada pengguna komputer (crack, game, atau program lain) yang ketika
diinstal ke dalam komputer dapat memata-matai, mencuri data, dan mengirimkan
ketukan keyboard ke alamat yang telah ditentukan oleh pembuatnya tanpa
diketahui oleh si pengguna komuter tersebut.
Mudah-mudahan artikel singkat ini dapat memberikan informasi
yang bermanfaat bagi Anda dalam mengenali beberapa jenis malware yang ada di
dalam komputer. Jangan lupa untuk selalu menjaga keamanan komputer dengan
menginstal antivirus yang kuat. Beberapa antivirus yang direkomendasikan
adalah: Avast, Kapersky, McAfee, Avira, AVG, dan Norton. Namun perlu
diperhatikan bahwa masing-masing antivirus memiliki kelebihan dan kekurangan.
Bagaimana komputer anda bisa terinfeksi
oleh ransomware?
Pada kebanyakan kasus, perangkat lunak menginfeksi komputer
melalui tautan atau lampiran dalam pesan-pesan jahat yang dikenal sebagai email
phishing.
“Nasihat yang sudah lama dipegang adalah jangan pernah mengklik
tautan dalam sebuah email,” ujar Jerome Segura, seorang peneliti senior untuk
intelijen program jahat dari Malwarebytes, sebuah perusahaan yang berpusat di
San Jose, California, yang telah merilis perangkat lunak anti-ransomware.
“Gagasan yang ada di belakangnya adalah untuk memperdaya korban agar
menjalankan sederet kode jahat.”
Perangkat lunak ini biasanya tersembunyi dalam tautan atau
lampiran dalam email. Begitu pengguna mengklik tautan atau membuka dokumen,
komputernya terinfeksi dan perangkat lunak mengambil alih.
Namun beberapa dari serangan ransomware utama baru-baru ini,
termasuk WannaCry dan yang menyebar hari Selasa kemarin, meminjam kode National
Security Agency yang dibocorkan yang memungkinkan perangkat lunak itu untuk
menyebar dengan cepat dalam jaringan komputer sebuah organisasi.
Cara kerja ransomware
Ransomware, seperti namanya, adalah perangkat lunak yang
menyandera file-file milik anda untuk mendapatkan tebusan,” ujar Peter Reiher,
sorang profesor di UCLA yang memiliki spesialisasi pada ilmu komputer dan
keamanan siber. “Perangkat lunak itu menemukan semua file anda dan
mengenkripsinya serta kemudian meninggalkan pesan untuk anda. Kalau anda ingin
memperoleh kembali akses ke data-data milik anda, maka anda harus membayar
tebusan.”
Ransomware mengenkripsi data di komputer dan menggunakan kunci
enkripsi yang hanya diketahui penyerang. Apabila tebusannya tidak dibayar, maka
seringkali data dihapus secara permanen.
Ketika sebuah ransomware mengambil alih sebuah komputer, para
penyerang lumayan terus terang terkait dengan tuntutannya, ujar Segura. Pada
kebanyakan kasus, mereka mengubah wallpaper komputer dan memberi instruksi
spesifik yang menginformasikan kepada pengguna cara membayar tebusan untuk
memperoleh kembali akses ke file-file mereka.
Kebanyakan penyerang menuntut tebusan antara $300 hingga $500
untuk menghilangkan infeksi ransomware jahat; tuntutannya bisa naik dua kali
lipat apabila jumlah tebusan yang diminta tidak dibayar dalam waktu 24 jam.
Tuntutan pada serangan di hari Selasa kemarin besarnya $300 per komputer,
menurut para peneliti keamanan.
Penegak hukum tidak menyarankan orang untuk membayar
tebusan-tebusan ini.
Carea mencegah serangan ini
Langkah pertama adalah selalu waspada, ujar para pakar. Para
pengguna harus memperhatikan pesan-pesan email jahat yang sering menyamar
seolah-olah berasal dari perusahaan atau orang yang sering berinteraksi dengan
anda di jagat online. Penting untuk menghindari mengklik tautan atau membuka
lampiran dari pesan-pesan yang mencurigakan itu, karena dapat mengaktifkan
malware, ujar Villasenor.
Namun Villasenor mengatakan tidak ada “solusi yang sempurna”
untuk permasalahan ini.
Para pengguna harus sering-sering membuat data cadangan dan
memastikan pembaharuan keamanan perangkat lunak telah diinstal di komputer anda
segera setelah mereka dirilis. Cadangan data terbaru memungkinkan anda
memulihkan file-file tanpa harus membayar tebusan.
WannaCry dan serangan yang terjadi hari Selasa lalu
mengeksploitasi kerentanan di beberapa versi Microsoft Windows. Microsoft telah
merilis program tambalan perangkat lunak untuk menutup celah-celah keamanan,
meskipun tidak semua orang telah memasang semua pembaharuan itu.
Bahkan demikian, malware baru ini
tampaknya memiliki mekanisme penyebaran cadangan, jadi meskipun beberapa
komputer sudah menginstal program tambalan, mereka masih dapat diserang apabila
satu atau lebih komputer yang ada di jaringan masih belum menginstal aplikasi
tambalan yang diperlukan.
(sumber wikipedia dan lain lain)






